Sederhananya seperti ini. Dalam berkehidupan, setiap orang memiliki kekurangan. Namun, terkadang orang-orang itu tidak dapat menerima kekurangannya sendiri. Jadi, wajar bila ia tidak dapat menerima kekurangan orang lain; kekurangan pada dirinya sendiri tidak dapat ia terima, apalagi kekurangan orang lain?
Jadi, apa yang harus dilakukan?
Belajar.
Belajar untuk menerima kekurangan diri sendiri terlebih dahulu.
Bersyukur.
Bersyukur atas segala nikmat hidup yang diberikan Allah.
Kemudian, implementasikan “hasil belajar” kita kepada orang lain. Seharusnya, jika sudah “bisa” menerima kekurangan diri sendiri, seiring berjalannya waktu kita akan “bisa” menerima kekurangan orang lain.
Jika tidak berhasil? Kembali periksa diri sendiri, mana tahu ada proses yang “terlewat”. Karena sejatinya, hidup adalah trial and error test, berhasil atau tidaknya tergantung pada rasa “cukup” yang kita punya. Gantungkan doamu setinggi langit, insya Allah, Allah pasti membantu mewujudkan doamu.
—-
Renungan setelah diskusi malam
Malang, 15 Desember 2017
Terima kasih karena telah mengingatkan. :)
No comments:
Post a Comment