Pages - Menu

December 17, 2017

#SelfReminder

Tidak semua hal yang kita inginkan akan terpenuhi.
Tidak semua asa dan harapan tercapai.
Tidak semua yang sudah menjadi "kebiasaan" akan berjalan terus-menerus.

Ada kalanya gejolak-gejolak yang tercipta menjadi suatu pembelajaran.
Ada kalanya kritikan menjadi pengingat niat.
Ada kalanya perubahan yang terjadi menjadi babak baru kehidupan.

Lantas,
apa lagi yang harus dipikirkan ketika kita tahu proses yang kita lalui akan sebanding dengan hasil yang akan diperoleh?

Sabar, berusaha, berdoa.
Keajaiban akan segera tiba.

December 16, 2017

Menerima Kekurangan

Sederhananya seperti ini. Dalam berkehidupan, setiap orang memiliki kekurangan. Namun, terkadang orang-orang itu tidak dapat menerima kekurangannya sendiri. Jadi, wajar bila ia tidak dapat menerima kekurangan orang lain; kekurangan pada dirinya sendiri tidak dapat ia terima, apalagi kekurangan orang lain?


Jadi, apa yang harus dilakukan?
Belajar.
Belajar untuk menerima kekurangan diri sendiri terlebih dahulu.
Bersyukur.
Bersyukur atas segala nikmat hidup yang diberikan Allah.
Kemudian, implementasikan “hasil belajar” kita kepada orang lain. Seharusnya, jika sudah “bisa” menerima kekurangan diri sendiri, seiring berjalannya waktu kita akan “bisa” menerima kekurangan orang lain.
Jika tidak berhasil? Kembali periksa diri sendiri, mana tahu ada proses yang “terlewat”. Karena sejatinya, hidup adalah trial and error test, berhasil atau tidaknya tergantung pada rasa “cukup” yang kita punya. Gantungkan doamu setinggi langit, insya Allah, Allah pasti membantu mewujudkan doamu.



—-
Renungan setelah diskusi malam
Malang, 15 Desember 2017
Terima kasih karena telah mengingatkan. :)

December 2, 2017

Merayakan Kehilangan

Ke mana jiwa ini harus pulang kalau tahu sudah tak ada rumah yang tersedia untuknya?
People said, home is where the heart at. Namun, apa yang harus dilakukan ketika rumah itu sudah tidak menerima kehadiran ini lagi?

Bagaimana hati harus kokoh apabila sudah tak ada lagi yang menjadi penyangga?
People said, we strong as long as we can. Namun, bagaimana kalau sumber kekuatan selama ini malah pergi untuk meninggalkan?

Bagaimana jiwa dapat bahagia kalau tahu ternyata yang diusahakan selama ini adalah sebuah kesia-siaan?
People said, result will proportional with the process. Namun, mengapa usaha selama ini terasa sia-sia?

--

Baiklah, mungkin tidak akan pernah jawaban pasti atas segala pertanyaan-pertanyaan yang ada. Semua orang berhak bertanya, dan pertanyaan tersebut tidak wajib untuk dijawab. Tidak pernah ada maksud untuk menuntut, tetapi hanya ingin pertanyaan-pertanyaan yang ada segera terjawab. Agar hati lebih lapang untuk menerima dan memeluk semua luka yang ada.

Sembari itu, mari kita rayakan kehilangan atas jawaban-jawaban dengan tetap berdiri teguh. Dalam sunyi. Dalam sepi.