Pages - Menu

November 8, 2017

Sudahkah Kita ''Amanah"?

Bismillahirrahmanirrahim.

Tentang sebuah amanah.
Tulisan ini hanya untuk menjadi pengingat untuk diri sendiri, semoga bermanfaat.
---- 

Aku banyak belajar dari kehidupan kampus biru perjuangan ini.
Di sini, aku yang bukan warga “pribumi” kota ini, harus bisa beradaptasi dengan semua perubahan dan dinamika kehidupan yang ku hadapi.

Lalu, aku memutuskan untuk menyibukkan diri, agar tidak menjadi seorang mahasiswa “kupu-kupu” kalau kata orang banyak. Salah satu kegiatan yang kupilih untuk menyibukkan diri adalah berorganisasi. Maka, pelajaran kehidupanku dimulai dari kehidupan berorganisasi ini.

Menurutku, berorganisasi itu berat. Mengapa?
Pertama, amanah.
Kedua, pertanggungjawaban.
Ketiga, perjuangan.
Keempat, niat yang teguh.

Amanah menurutku merupakan sesuatu yang tidak hanya menjadi suatu kapasitas diri seorang yang orang itu ketahui, tapi merupakan kapasitas seseorang yang Allah swt. ketahui. Jika amanah diembankan kepadamu, maka saat itu juga Allah sudah menugaskan kamu untuk menyelesaikannya, melalui orang-orang atau kegiatan tertentu. Aku menganggap amanah merupakan rezeki yang diberikan oleh Allah, yang harus diperlakukan secara adil dan bertanggung jawab. Maka, demi mendapatkan ridho-Nya, aku akan sepenuhnya menyelesaikan amanah yang diberikan kepadaku dengan maksimal.

Pertanggungjawaban atas amanah menurutku juga amat berat. Mengapa? Pertanggungjawaban yang kita lakukan tidak hanya kepada yang “memberikan” kita amanah, tetapi banyak pertanggungjawaban yang harus kita lakukan. Kita harus bertanggung jawab atas pikiran, perkataan, dan perbuatan selama menanggung amanah tersebut kepada diri sendiri, orang lain, malaikat, dan tentu Allah swt. Menurutku, malah pertanggungjawaban kepada diri sendiri lah yang berat, karena kadang kita lalai akan diri kita sendiri. Apabila kita tidak dapat mempertanggungjawabkan kepada diri sendiri, bagaimana ke yang lainnya?

Perjuangan yang kumaksud di sini merupakan perjuangan untuk menyelesaikan amanah yang diberikan. Sulit sekali rasanya, apabila di beberapa titik perjalanan terdapat kerikil bahkan batu besar yang menghadang untuk menyelesaikan amanah tersebut. Maka apa yang perlu dilakukan? Berjuang, berusaha untuk menyingkirkan atau melewati kerikil dan batu besar tersebut. Dengan apa? Berdoa. Bertawakkal kepada Allah. Memikirkan semua kemungkinan, kemudian mengusahakannya.

Terakhir, dan yang paling berat. Niat. Sepantasnya jika kita mulai percaya diri untuk berorganisasi dan siap diberi amanah, kita mempunyai niat yang lurus dan teguh. Niat yang lurus, berarti niat kita selalu positif dan ikhlas untuk menyelesaikan amanah. Niat yang teguh, artinya walau banyak godaan untuk tidak menyelesaikan atau mungkin menyelesaikan dengan cara yang tidak sesuai kita niatkan sebelumnya, maka kita harus teguh dengan niat yang sudah kita punya sebelumnya. Maka, dengan niat yang teguh dan lurus ini, segala sesuatu untuk menyelesaikan amanah akan berjalan ringan, seberat dan sekeras apapun jalan yang kita lewati.

Kawan, aku menulis ini hanya sebagai media kegundahan dan keresahan hati dan diri, karena ternyata selama ini aku juga masih belum mampu menyelesaikan amanah dengan baik. Maka, mungkin dengan tulisan ini akan menjadi pengingat kita semua, semoga kita dapat menjalankan amanah dengan baik dan ikhlas ke depannya.


1 comment: