Pages - Menu

June 28, 2019

Setelah Ini, Apa?

Hidup layaknya ombak yang siap menerjang karam dan tenang saat ia mengalir
- Captured by @rekamkenangan
Euforia kelulusan dari dunia perkuliahan sedang semarak di seluruh beranda media sosialku beberapa waktu ini. Foto teman-teman setelah wisuda, sidang, dan seminar berlalu-lalang di feed, Instagram stories, bahkan di Twitter sekaligus. Tak terasa, kami, angkatan 2015, sudah berada di penghujung waktu perkuliahan. Setiap ada yang sudah menyelesaikan "kewajiban" perkuliahannya seakan menjadi "peringatan" bagi kami yang masih berjuang untuk menuntaskan "kewajiban" itu. Setiap ada yang sedang berbahagia karena salah satu mimpi tercapai, beberapa lain sedang mencemaskan diri, apakah juga akan segera berbahagia seperti itu atau masih harus menunggu beberapa waktu lagi.
Namun, terdapat satu hal yang kadang luput dalam pikiran.
Setelah ini, apa?
Setelah menuntaskan lagi satu mimpi untuk lulus dari dunia perkuliahan, hal apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Teringat 10 tahun yang lalu, 7 tahun yang lalu, dan 4 tahun yang lalu. Setelah lulus dari SD, pasti akan melanjutkan studi di bangku SMP. Setelah merasakan dunia putih-biru yang menyenangkan, saatnya memasuki dunia pengenalan diri tahap awal di bangku SMA. Tidak terasa, 3 tahun kemudian, sudah harus kembali memutuskan untuk berkuliah di mana. Fase memilih perkuliahan dapat dibilang cukup membingungkan karena di titik ini sepertinya jalan menuju mencapai cita-cita ditentukan. Namun, 4-5 tahun kemudian ternyata ada hal lain yang cukup membuat diri kembali merenung, apakah yang telah dilalui semuanya telah cukup untuk memasuki babak hidup baru berikutnya?
Apakah keputusan 4-5 tahun lalu itu sudah benar?
Apakah hal-hal yang telah dilalui 4-5 tahun ini sudah menjadikan diri menjadi versi yang lebih baik?
Apakah pengalaman & pembelajaran 4-5 tahun ini sudah mencukupkan bekal untuk perjalanan berikutnya?
Ada teman-teman yang telah sadar akan hal ini. Mereka telah merencanakan hidup mereka untuk 10-15 tahun ke depan dengan jelas. Ada juga yang dalam 1-2 tahun ke depan akan kembali melanjutkan studi. Ada juga yang siap untuk menjajaki status baru, dari lajang menjadi suami/istri. Tapi, lebih banyak lagi yang masih belum tahu ingin melakukan apa setelah kelulusan dari perkuliahan ini. Masih banyak yang belum menentukan akan ke mana kakinya akan melangkah. Masih banyak yang belum memutuskan akan menjadi apa ia setelah ini.

Sembari memikirkannya, mungkin lebih baik bersantai sejenak.
Sembari mempertimbangkan berbagai hal, mungkin lebih baik berserah saja kepada-Nya.
Sembari belum tahu akan jadi seperti apa ke depannya, mungkin lebih baik "memaknai" hidup ini sehingga hidup ini terasa jauh lebih ringan.
Apapun yang telah direncanakan, ingatlah bahwa Allah telah menentukan kehidupan seorang manusia bahkan sebelum ia lahir.