Pages - Menu

December 24, 2019

Ada di Kereta

Captured by @rekamkenangan

Di sudut sana, sepasang sepuh saling menyenderkan kepala, beristirahat dari keramaian di gerbong kereta.

Saat berhenti di salah satu stasiun, sepasang kekasih naik, duduk bersebelahan. Sepertinya baru saja menunaikan liburan bersama. Sepanjang perjalanan bercengkrama. Mesra.

Pemberhentian selanjutnya, terdapat seorang lelaki tegap naik. Ternyata berjumpa dan duduk bersebelahan dengan kawan kerja. Reuni, bernostalgia.

Ada pula yang sedang sendiri. Menikmati perjalanan, terlihat sibuk. Entah apa yang sedang dikerjakan di telepon genggamnya.

Perjalanan dengan kereta ini selalu berkesan.
Dingin karena pendingin ruangan, tetapi hangat karena suasana.
Ada pengharapan untuk memulai yang baru dengan baik di tempat tujuan.
Ada raga dan pikir yang sedang letih, ingin segera pulang ke rumah.
Ada yang sedang berdiam karena hidupnya sudah terlalu berisik.
Ada yang sedang lari karena merasa masalah mengejarnya terus-menerus.
Dan semuanya terlihat tanpa perlu menunjukkan isi kepala masing-masing.

Selalu ada tujuan dalam perjalanan panjang.
Selalu ada harap dalam pencapaian,
dan selalu ada rumah untuk tempat berpulang.

September 26, 2019

panjang umur perjuangan.



captured by @rekamkenangan

panjang umur perjuangan.
beberapa hari terakhir, beberapa elemen besar masyarakat Indonesia, utamanya elemen mahasiswa, kembali turun ke jalan. menuntut suatu kebenaran. membawa misi memperbaiki reformasi. menyentil para penguasa di atas sana, yang mungkin sedang berpesta karena mengira yang di bawah menerima apa pun hasil kerja mereka.

tapi,
rakyat tidak sebodoh yang penguasa kira. dengan segala kekuatan yang dimiliki, rakyat untuk memilih untuk melawan. memilih untuk mempertahankan hak privasi & personal mereka. memilih untuk terus menyuarakan demiliterisasi di Papua sana. memilih untuk terus melantangkan lagu perjuangan.

walaupun korban berjatuhan, teracuni gas air mata, dibombardir dengan water cannon, tapi rakyat memilih untuk terus kuat berdiri di garis terdepan perjuangan. habis sudah kepercayaan rakyat, tak ada lagi yang bisa membela mereka di atas sana, kecuali mereka membela diri mereka sendiri.

berhasil? mungkin.
beberapa pembahasan RUU ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. para penguasa mulai kocar-kacir, mulai tidak mempertahankan keteguhannya demi mendapat simpati rakyat. mulai berbondong-bondong memperbaiki citra, yang rasanya membuat rakyat makin bergelora untuk melawan.

panjang umur perjuangan.
masih banyak yang belum tercapai, walau pesimis semua tuntutan bisa terpenuhi.
panjang umur perjuangan.
mengawasi negara berlayar ke arah mana wajib rasanya, tanpa memedulikan peran apa yang dilakoni.
panjang umur perjuangan.
karena perjuangan adalah jiwa kehidupan, maka ketika kamu berhenti, hidupmu telah mati.

August 3, 2019

Di Suatu Sudut Pikiran

captured by @rekamkenangan

Kebisingan dunia mulai meredup secara perlahan.
Beberapa orang memilih untuk terlelap, memupuk energi untuk keesokan hari.
Beberapa lain memilih untuk mengurai simpul pikiran yang semakin kusut.
Beberapa lagi memilih untuk menikmati dibunuh oleh waktu, terjebak di dalam amukan hati dan logika yang semakin menjadi-jadi.

Sedangkan mungkin di belahan dunia sana, ada yang sedang menikmati kegelapan.
Akan ada satu titik terang, optimis mereka.
Ada juga yang membiarkan hening merasuki pikiran.
Setidaknya ada waktu untuk menyendiri, bela mereka.

Ah,
Bukannya seharusnya manusia pada akhirnya selalu sendiri?
Bertumpu di atas kaki sendiri, memiliki pemikiran sendiri, bahagia atas kesendirian, dan hal lainnya selalu dilakukan seorang diri.
Mengapa masih membutuhkan waktu untuk menyendiri?
Atau sudah waktunya untuk membagi kesendirian itu dengan menghadirkan orang lain?
Menyembuhkan, tanpa menggantungkan.
Membantu, tanpa menjanjikan.
Membahagiakan, tanpa harapan.
Menuju, tanpa tuntutan.

June 28, 2019

Setelah Ini, Apa?

Hidup layaknya ombak yang siap menerjang karam dan tenang saat ia mengalir
- Captured by @rekamkenangan
Euforia kelulusan dari dunia perkuliahan sedang semarak di seluruh beranda media sosialku beberapa waktu ini. Foto teman-teman setelah wisuda, sidang, dan seminar berlalu-lalang di feed, Instagram stories, bahkan di Twitter sekaligus. Tak terasa, kami, angkatan 2015, sudah berada di penghujung waktu perkuliahan. Setiap ada yang sudah menyelesaikan "kewajiban" perkuliahannya seakan menjadi "peringatan" bagi kami yang masih berjuang untuk menuntaskan "kewajiban" itu. Setiap ada yang sedang berbahagia karena salah satu mimpi tercapai, beberapa lain sedang mencemaskan diri, apakah juga akan segera berbahagia seperti itu atau masih harus menunggu beberapa waktu lagi.
Namun, terdapat satu hal yang kadang luput dalam pikiran.
Setelah ini, apa?
Setelah menuntaskan lagi satu mimpi untuk lulus dari dunia perkuliahan, hal apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Teringat 10 tahun yang lalu, 7 tahun yang lalu, dan 4 tahun yang lalu. Setelah lulus dari SD, pasti akan melanjutkan studi di bangku SMP. Setelah merasakan dunia putih-biru yang menyenangkan, saatnya memasuki dunia pengenalan diri tahap awal di bangku SMA. Tidak terasa, 3 tahun kemudian, sudah harus kembali memutuskan untuk berkuliah di mana. Fase memilih perkuliahan dapat dibilang cukup membingungkan karena di titik ini sepertinya jalan menuju mencapai cita-cita ditentukan. Namun, 4-5 tahun kemudian ternyata ada hal lain yang cukup membuat diri kembali merenung, apakah yang telah dilalui semuanya telah cukup untuk memasuki babak hidup baru berikutnya?
Apakah keputusan 4-5 tahun lalu itu sudah benar?
Apakah hal-hal yang telah dilalui 4-5 tahun ini sudah menjadikan diri menjadi versi yang lebih baik?
Apakah pengalaman & pembelajaran 4-5 tahun ini sudah mencukupkan bekal untuk perjalanan berikutnya?
Ada teman-teman yang telah sadar akan hal ini. Mereka telah merencanakan hidup mereka untuk 10-15 tahun ke depan dengan jelas. Ada juga yang dalam 1-2 tahun ke depan akan kembali melanjutkan studi. Ada juga yang siap untuk menjajaki status baru, dari lajang menjadi suami/istri. Tapi, lebih banyak lagi yang masih belum tahu ingin melakukan apa setelah kelulusan dari perkuliahan ini. Masih banyak yang belum menentukan akan ke mana kakinya akan melangkah. Masih banyak yang belum memutuskan akan menjadi apa ia setelah ini.

Sembari memikirkannya, mungkin lebih baik bersantai sejenak.
Sembari mempertimbangkan berbagai hal, mungkin lebih baik berserah saja kepada-Nya.
Sembari belum tahu akan jadi seperti apa ke depannya, mungkin lebih baik "memaknai" hidup ini sehingga hidup ini terasa jauh lebih ringan.
Apapun yang telah direncanakan, ingatlah bahwa Allah telah menentukan kehidupan seorang manusia bahkan sebelum ia lahir.

February 10, 2019

Menjadi Dewasa

Captured by @rekamkenangan

Proses menuju dewasa itu berat banget, ya.
Harus siap dengan segala perubahan yang substansial dan mendadak.
Harus tau bersikap dan berbicara dengan bijak.
Harus paham bahwa semua yang kita inginkan tidak berarti kita butuhkan.
Harus melaksanakan kewajiban, tanpa berpikir setelahnya pasti mendapatkan hak.
Harus selalu belajar, makin banyak belajar rasanya hal yang tidak diketahui semakin banyak.
Harus menekan ego dan emosi, padahal mereka sedang memberontak ingin diluapkan.
Harus ini-itu, tanpa bisa bertanya apa-kenapa-bagaimana-mengapa.
Beberapa mungkin sudah melewati, tetapi pasti akan ada yang baru karena fase di atas akan selalu berulang. Namun, menurut mereka yang sudah melewati, fase di atas tidak seberat yang didongengkan orang-orang.

Beberapa mungkin akan melewati, semoga dapat menjalankan dengan baik, ya.

Beberapa mungkin sedang melewati, semoga Tuhan membagikan sedikit kekuatan dan kekokohan untuk menjalani, ya.

Yang belum? Bersabarlah, semua orang memiliki waktu yang tepat. 
Take your times and enjoy the life.