Pages - Menu

August 21, 2018

Jakarta dalam Perspektif

Untuk sebagian orang, Jakarta mungkin kejam. Ternyata tidak.
Jakarta hanya kejam kepada orang-orang yang senang mengeluh, yang tak mau mengeluarkan peluh.

Untuk sebagian orang, Jakarta mungkin keras. Ternyata tidak.
Jakarta hanya keras kepada orang-orang yang berhati keras, menarik diri dari kenyataan.

Untuk sebagian orang, Jakarta terlalu kaku. Ternyata tidak.
Jakarta hanya kaku kepada orang-orang yang tidak menerima kenyataan hidupnya.

Untuk sebagian orang, Jakarta terlalu sempit. Ternyata tidak.
Jakarta hanya sempit untuk orang-orang yang tak berani keluar dari kotaknya.

Untuk sebagian orang, Jakarta menakutkan. Ternyata tidak.
Jakarta hanya menakutkan untuk orang-orang yang tak berani melawan egonya.

Untuk sebagian orang, Jakarta tidak ideal. Ternyata tidak.
Jakarta hanya tidak ideal untuk orang-orang yang tidak menganggapnya sebagai rumah.



Ah, Jakarta.
Terima kasih untuk pengalaman berharganya.
Terima kasih untuk pembelajarannya.
Terima kasih karena telah menjadi Jakarta.

August 17, 2018

Berlayar atau Buyar?


Menghadapi tahun pesta demokrasi nanti, tak akan banyak pinta dan harap yang terpikirkan.

Semoga, siapapun pemimpin bangsa yang terpilih, dapat menahkodai kapal NKRI ini.
Semoga, setelah masa pemilihan, tak ada lagi suara sumbang ujaran kebencian, sahut-menyahut, membela-mencela, menyalah-benarkan pendapat yang sebenarnya amat subjektif.
Dan,
semoga,
terpilih atau tidak pemimpin yang kita mau,
setelahnya
tak akan ada
"aduh, tau gitu gue milihnya yang sebelah aja kemarin, kenapa malah jadi gini, sih, Indonesia"
di akhir 2023 - awal 2024 nanti.

Nahkoda tegas dan bijak memang perlu,
tapi ditemani oleh awak & kru yang terus saling benci dan dendam demi ambisi pribadi,
tanpa adanya satupun awak & kru yang cakap dan cerdas,
apakah bisa kapal NKRI akan terus berlayar?