Semesta mengajarkan bahwa tak selamanya orang yang selalu ada untuk kita akan tetap ada. Adanya jarak yang memisahkan semakin meyakinkan diri untuk tetap maju ke depan tanpa melihat ke belakang, seperti apa yang diharapkan oleh pikiran. Sementara hati sakit, ia pun mengalah kepada pikiran. Ingin dirawat karena lukanya sudah memborok, mau tidak mau pikiran yang mengambil alih seluruh tugasnya.
Cinta.
Tak pernah ada kejelasan di dalamnya. Sedalam apapun pikiran menyelaminya, ia tak akan pernah menemukan kejelasan itu.
Sedangkan hati, dengan caranya sendiri, dapat memahami cinta. Walau itu harus menyakitinya, karena kesakitan itulah yang membuat dia semakin kuat.