Just be yourself.
Mungkin teman-teman telah membaca tulisan maupun mendengar omongan tentang "menjadi diri sendiri". Kali ini, saya akan mencoba menulis menurut kacamata saya (saya lebih suka nulis kacamata daripada sudut pandang, mungkin karena saya seorang pengguna kacamata *krik). Semakin ke sini saya paham bahwa menjadi diri sendiri itu sangat penting. Bukan berarti bahwa menjadi diri sendiri itu kita dapat melakukan berbagai hal sendirian, atau kita tidak membutuhkan bantuan dan kehadiran orang lain, atau kita dapat bertindak seenaknya, tapi menjadi diri sendiri yang saya maksud di sini adalah "jadilah diri sendiri seperti yang kamu impikan". Gak paham, ya? Saya juga cukup sulit untuk menguraikannya, but lemme try.
Dewasa ini, banyak orang dengan sengaja "memaksakan" diri untuk dapat masuk di golongan tertentu. Dewasa ini, banyak anak SD-SMP yang "memaksakan" diri terlihat "lebih dewasa" agar ia diterima di lingkungan sekitarnya. Dewasa ini, banyak orang yang belum paham dengan dirinya dan sekitarnya, tetapi berlagak mahfum dan otaknya "berisi" agar dia menjadi viral dan terkenal.
Dunia ini fana, kawan. Dunia ini tipuan, sementara, tidak kekal. Kalau kalian masih saja berusaha untuk menjadi orang lain untuk tetap eksis di dunia, maka ingatlah apapun yang ada di dunia ini tidak kekal dan tidak ada artinya dibanding kehidupan di akhirat yang telah dijanjikan Allah swt. Tanpa menjadi orang lain, pun, kita sebenarnya dapat tetap hidup di dunia, malah menjadi lebih asik, nyaman, dan tentram. Tidak percaya?
Saya beberapa tahun yang lalu mungkin cukup berbeda dengan yang sekarang. Teman-teman saya datang silih berganti, hanya beberapa saja yang masih bertahan di posisinya. Ya, perlahan-lahan, saya telah menemukan suatu lingkaran nyaman saya, yang hanya berisi orang-orang yang saya bisa anggap "teman baik" dan "sahabat" serta dapat menerima diri saya yang sebenarnya. Tidak banyak, tapi tetap saya mensyukurinya lebih dari apapun. Saya merasa, dulu saya tidak menjadi diri saya sendiri. Saya suka mengikuti pola pikir, tingkah laku, style orang-orang di sekitar saya, dengan harapan saya bisa masuk di lingkaran mereka. Saya dulu suka mengkhianati dan membohongi diri saya sendiri, menganggap apa yang saya lakukan adalah benar dan dibutuhkan. Ternyata yang saya lakukan bertahun-tahun itu adalah sebuah kesia-siaan. Saya tetap tidak bisa masuk di lingkaran mereka, dan saya tidak nyaman dengan diri saya sendiri. Saya ternyata sering melukai perasaan dan diri saya sendiri dengan segala tingkah laku saya. Saya kemudian menarik diri saya, mencoba menjauh, dan kembali memahami diri saya sendiri.
Apa yang diri saya mau sebenarnya? Hal ini menjadi pertanyaan besar saya. Saya mengamati lingkungan sekitar, kemudian merefraksikannya ke diri saya. Ternyata, yang saya mau adalah saya tetap dianggap ada oleh sekitar, tetapi dengan menjadi diri saya sendiri. Saya tidak perlu menjadi orang lain agar diterima di lingkungan manapun. Dan hal ini yang sedang saya coba implementasikan di kehidupan sekarang.
Kawan, menjadi diri sendiri itu penting. Tetapi, jadilah diri sendiri yang dapat bertanggung jawab dengan pilihan. Jadilah diri sendiri yang menghargai dan mencintai dirinya sendiri. Jadilah diri sendiri yang dapat memaknai hidup dengan baik. Jadilah diri sendiri dengan menjalankan kehidupan dengan sederhana dan simpel. Jadilah diri sendiri yang dapat menempatkan ego dan rasa dengan baik. Jadilah diri sendiri yang dapat menghargai dan menghormati orang lain. Jadilah diri sendiri dengan prinsip-prinsip kehidupan yang baik. Maka, kamu dapat memahami bahwa dunia ini jauh lebih indah walau bersifat sementara, karena yang kekal hanyalah akhirat. Kamu dapat memahami bahwa dunia merupakan kesempatan yang diberikan untuk menyiapkan bekal untuk kehidupan kekal nanti, layaknya kamu menyiapkan bekal untuk suatu perjalanan panjang.
Intinya, apapun yang kamu lakukan, apapun yang kamu inginkan, apapun yang kamu citakan, ingatlah bahwa orang-orang akan lebih menerima diri kamu apabila kamu menjadi diri kamu sendiri. Just be brave to do it as simple as you be yourself.