Pages - Menu

September 24, 2016

Aku dan Kamu, Di Sini dan Di Sana.

Waktu telah menunjukkan dini hari. Dan kamu masih tetap di sana, berdiam diri di kepekatan malam.

Waktu telah menunjukkan dini hari. Dan kamu masih tetap di sana, merindukan yang tak merindumu.

Waktu telah menunjukkan dini hari. Dan kamu masih tetap di sana, mengharapkan suatu yang pasti tidak terjadi.

Waktu telah menunjukkan dini hari. Dan kamu masih tetap di sana, mengusahakan hal yang semu.

Waktu telah menunjukkan dini hari. Dan aku masih tetap di sini, menatapmu dan mengharapkanmu dari jauh.

Waktu telah menunjukkan dini hari. Dan aku masih tetap di sini, menyayangi walau tak tau kepastian.

Waktu telah menunjukkan dini hari. Dan aku masih tetap di sini, tak berhenti mencintai kamu yang tak kunjung menegapkan kepastian; bersamaku atau tetap bersama khayal semumu itu.

September 21, 2016

Aku Suka Kamu Tanpa Ketika

Aku suka pagi ketika matahari dengan hangatnya menjumpai embun.

Aku suka siang ketika angin berhembus pelan, awan berarak di langit biru dengan tenang.

Aku suka senja ketika matahari kembali ke pangkuan, memancarkan cahaya kedamaian.

Aku suka malam ketika bulan dengan anggunnya memimpin arakan awan & prajurit bintang di langit hitam.

Aku suka kamu, tak peduli ketika kapanpun.


September 13, 2016

Orang yang Paling Aku Sukai di Dunia

Hasil gambar untuk milea
courtesy by ayahpidibaiq.blogspot.co.id

......
"Kau tahu siapa orang yang paling aku sukai di dunia?" kutanya Lia di saat sedang berdua di atas motor untuk mengantarnya ke tempat pembuatan 'kaos kelas' di daerah Jalan Suci, Bandung.
"Siapa?" tanya Lia memelukku.
"Aku."
"Karena?"
"Aku suka ke aku yang bisa bertemu denganmu," kataku.
Lia ketawa dan mempererat pelukannya. Angin di pagi itu sangat dingin sekali. Lia memakai jaket army Korea yang aku pinjamkan ke dia, tetapi tidak kunjung kuambil.
"Kamu tau siapa yang paling aku sukai di dunia?" tanya Lia kemudian.
"Siapa?" kutanya balik.
"Kamu," jawab Lia langsung.
"Karena?"
"Karena?" Lia diam sebentar, seperti lagi mikir. "Karena bisa bertemu denganku."
"Ha ha ha."
Aku merasa senang. Sangat senang, seperti segala sesuatu yang akhirnya mampu meyakinkan diriku bahwa dunia ini menyenangkan dan Lia adalah keindahan Indonesia.
Itu semua alami. Terutama ketika aku masih muda. Jika saat itu, kami saling jatuh cinta, kebersamaan macam itu adalah yang terpenting.

***

Milea, Suara dari Dilan. 2016.