Ketika hati tak lagi bisa menampung rasa rindu.
Ketika lidah kelu untuk berucap kata rindu.
Ketika raga memberontak ingin mengakhiri rasa rindu.
Namun, rindu itu semakin hadir & nyata. Semakin pekat & dalam.
Ingin mengakhiri, namun tak tahu caranya.
Ingin mengutarakan, namun malu untuk mengungkapkan.
Ingin menyimpan sendiri, namun hati makin sesak & penuh.
Jadi, yang bisa dilakukan hanya berdoa.
Agar jarak yang menciptakan rindu itu semakin memperkuat rasa di antara yang merindu & dirindu.
Agar rindu itu meyakinkan hati pemiliknya bahwa ia memang percaya dengan orang yang dia rindukan.
Agar orang yang dia rindukan juga merindukannya. agar rasa rindu akan berakhir segera & secara sempurna.
Semoga.
Karena, rasa rindu tidak pernah salah dalam memilih orang, ruang, dan waktu.
Ketika lidah kelu untuk berucap kata rindu.
Ketika raga memberontak ingin mengakhiri rasa rindu.
Namun, rindu itu semakin hadir & nyata. Semakin pekat & dalam.
Ingin mengakhiri, namun tak tahu caranya.
Ingin mengutarakan, namun malu untuk mengungkapkan.
Ingin menyimpan sendiri, namun hati makin sesak & penuh.
Jadi, yang bisa dilakukan hanya berdoa.
Agar jarak yang menciptakan rindu itu semakin memperkuat rasa di antara yang merindu & dirindu.
Agar rindu itu meyakinkan hati pemiliknya bahwa ia memang percaya dengan orang yang dia rindukan.
Agar orang yang dia rindukan juga merindukannya. agar rasa rindu akan berakhir segera & secara sempurna.
Semoga.
Karena, rasa rindu tidak pernah salah dalam memilih orang, ruang, dan waktu.